Kisah ulfa #2
-Hingga kejadian itu , aku menyesal sering kurang
memerhatikan ayahku. Sekarang aku berusaha sendiri membuka online-shop. Dan aku merasa mulai belajar dari nol karena sama sekali
tak mengerti tentang bisnis, tapi yang jelas aku mengikuti saran ayahku
mengenai kegigihan untuk selalu bekerja keras.-
***
Kejadian yang paling mengerikan dalam hidupku adalah
ketika aku pulang sekolah dan aku melihat begitu banyak orang-orang yang
berkumpul di depan rumahku beserta mobil ambulans dan mobil polisi.
“Apa yang terjadi di rumahku? Mengapa begitu ramai?” aku
bertanya-tanya dalam benakku
Kala itu, aku amatlah bingung dan berusaha menerobos di
sela-sela keramaian hingga aku menjumpai garis yang berwarna kuning yaitu garis
polisi. Kemudian, aku melanjutkan langkahku dengan tubuhku yang basah karena
keringat di siang yang mendung ini, aku pun menerobos garis kuning tersebut dan
kemudian seorang polisi mendatangiku
“kamu anggota keluarga dari pemilik rumah?” Tanya polisi
itu
“iya pak, ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi disini?”
tanyaku dengan kebingungan yang teramat sangat
“mari saya antar dulu kamu ke dalam”
Sampai di dalam rumah, banyak darah yang berceceran di
lantai rumahku dan aku melihat ibuku sedang menangis sedang duduk di sofa empuk
yang berada di ruang tamuku. Kemudian aku berlari dan mencoba memeluk ibuku dan
aku bertanya kepadanya
“Ibu, apa yang sedang terjadi di rumah ini? kenapa ada
darah yang berceceran? Dan dimana keberadaan ayah disaat yang begitu genting
ini?” tanyaku dengan mata yang mulai berkaca-kaca
“nak maafkan ibu, ibu menyesal” dengan menangis ibuku
menjawab
“itu darah siapa bu?” tanyaku penuh curiga dan mulai
menangis
“itu adalah darah ayahmu nak! Maafkan ibu, ibu tak bisa
mengontrol emosi” ibuku menangis lebih keras
Selang beberapa waktu kemudian, ibuku dibawa oleh polisi
untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang telah dilakukannya kepada
ayahku. Dan aku pun menangis melihat kejadian itu.
Di rumahku sekarang hanya tersisa bebarapa petugas medis
dan beberapa polisi yang melakukan penyelidikan lebih lanjut serta beberapa
petugas yang membersihkan darah yang masih tercecer.
Hari pun sudah mulai gelap, orang-orang yang menonton
sudah mulai meninggalkan lokasi dan kembali ke rumah masing-masing. Para
petugas pun sudah selesai melakukan tugasnya.
Aku pun menangis sendirian di kamarku yang bersih dan
indah ini. sesekali aku melihat medsos,
dan ternyata teman-temanku sedang membicarakan tentang keluargaku dan kejadian
yang terjadi siang tadi.
“eh tau gk sih gaes, ternyata bokapnya ulfa ketahuan
selingkuh dengan wanita malam oleh ibunya”
“oh ya, tau dari mana kau?”
“tau dari ibuku yang kebetulan temennya ibunya ulfa”
“oh gitu”
“iya, padahal kelihatannya keluarga mereka baik-baik
saja eh ada pemicu yang menciptakan kejadian tragis ini terjadi, ibunya ulfa
malah ngebunuh suaminya”
Melihat obrolan singkat tersebut, Ulfa hanya menjadi silent-reader dan tidak mau memberikan komentar apapun
mengenai obrolan tersebut.
***
Aku yang baru lulus dari SMA ini menjadi pengangguran
yang tak tau harus berbuat apa untuk menyambung hidupku, aku yang ditinggal
pergi oleh keluargaku ini merana kesepian di rumahku yang lumayan besar ini.
hari-hari berikutnya kulewati hanya seorang diri sampai ada seorang teman satu
sekolahku dulu waktu SMA yang menawariku suatu bisnis yang lumayan
menguntungkan yaitu bisnis jualan tas, baju, kerudung, gelang dan alat-alat
aksesoris lainnya.
Dalam bisnisku tersebut, aku tak perlu repot-repot pergi
keliling untuk jualan. Cukup dengan memanfaatkan medsos yang ada, aku hanya
duduk di rumah dan pendapatan pun mulai datang menghampiriku dengan sendirinya.
0 Komentar