seiring berkembannya teknologi transportasi di dunia dan semakin sempitnya tanah untuk tempat tinggal manusia, kebutuhan terkait tempat tinggal dan tempat rekreasi semakin meningkat drastis setiap harinya.
Inovasi terus menerus memang sudah dilakukan, gedung menjulang tinggi setiap hari terjadi pembangunan. Namun, tetap saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan banyak orang yang sifatnya tidak terbatas menurut mereka.
oleh sebab itu penulis menuangkan ide dalam buku ini untuk kedepannya dapat sebagai pertimbangan atau inspirasi bagi kreator atau inovator dimasa yang akan datang serta memberikan dampak yang besar dengan tujuan dapat memberikan kemudahan banyak orang di dunia. 
bawah laut dan langit masihlah bebas, belum ada populasi manusia yang menempati 2 tempat tersebut kecuali hanya sebatas transportasi atau rekreasi belaka. tujuan penulis adalah menjelaskan ide berupa cerita kisah populasi manusia yang hidup dan bertempat tinggal dibawah laut serta memiliki teknologi yang mumpuni.

***

bab 1

suatu hari ada seorang anak bernama James yang lahir di negeri impian bernama Neo-Indonesia, dia lahir di keluarga yang biasa saja tidak miskin kurang kaya tapi sederhana.
James kecil suka sekali menonton video di internet dan orang tuanya aware akan hobinya tersebut sehingga kedua orang tuanya selalu mengarahkan sesuai permintaan James dan selalu membimbingnya. suatu ketika James (selanjutnya dipanggil jim oleh orang tuanya) bertanya ke Romo (pangglinan Ayah dalam bahasa jawa) pada suatu sore yang mendung di ruang keluarga 
"Romo, kenapa orang-orang pekerjaannya macam2?"
"Setiap orang itu punya peran masing2 nak, klo semuanya sama jadinya gak seru. Maka dari itu jangan sampai ada sedikitpun rasa sombong dalam hati krn sbenarnya semuanya saling membutuhkan satu sama lain"
"Nggeh Romo"
Jim kecil sangat giat belajar dan memiliki rasa keingintahuan yang tinggi karena orang tuanya selalu mencekokinya dengan ilmu dasar berpikir seperti ilmu hikmah, ilmu makna, postulat, maiyah, dsb. sehingga dalam prosesnya untuk mencari ilmu minim sekali terkena bias atau sesat pikir (logical falacy).
"Romo, caranya memilih profesi itu gimana?" 
"emm, itu yang perlu kamu cari tau, yaitu jati diri. Oh ya cita-citamu ingin jadi apa?"
"cita-citaku ingin jadi astronaut"
"bagus, nanti kamu bisa terbang bebas di Angkasa dan menikmati keindahan ciptaan Allah Swt. secara langsung"
"iya Romo hehe"

Hari itu hujan turun lumayan deras, menjadikan pandangan menjadi berkurang, suara rintik hujan dan petir menguasai alam kala itu. Ibu james sedang berada didapur dan membuatkan susu coklat kesukaannya

"Jim, ini susu coklat hangatnya nak"
"Iya buk, terimakasih"

Ibunya Jim lanjut duduk di kursi sofa sederhana dan bercanda tawa dengan romo
Beberapa waktu kemudian, terjadilah listrik padam yg membuat mata ini hanya melihat samar2 krn hari menunjukan waktu menjelang maghrib. Jim kecil menghabiskan susunya dan langsung bergabung duduk diantara romo dan ibunya dan kemudian ibunya memeluknya.

"Nak, coba rasakan bagaimana perasaanmu jika gelap seperti ini?" Sang ibu bertanya
"Takut buk" jawab James dgn polosnya
"Justru dengan takut tsb. kita dapat memetik pelajaran, yaitu betapa bahagianya kalau tidak gelap, betapa bahagianya kita dianugerahi Allah Swt. dapat melihat keindahan-keindahan dunia ini melalui cahaya yang bersinar terang"
"Nggeh buk"
"Jangan terlalu takut ya nak, ada Romo dan Ibu disebelahmu yg senantiasa mendukungmu dan memberikan yg terbaik untukmu"
"Nggeh Romo"

Hujan deras dan petir menyambar serta gelap gulita membuat James memiliki pengalaman baru tentang hidup yg tidak selalu mengenakkan

***
10thn kemudian

Hari ini hari senin, Jim bangun pagi buta dan mengecek ulang kelengkapan peralatannya sebelum berangkat sekolah yaitu masuk SMP
yg sebelumnya homeschooling karena menurut orangtuanya masa2 SD itu adalah masa untuk memaksimalkan untuk bermain serta pendidikan moral dilingkungan masyarakat.

James sedang berjalan di lingkungan sekolah, tanpa disadari ada batu sedang melayang ke arah dirinya dan benturan pun tak terhindarkan. Berdarahlah kepalanya James dan dia menangis

"Aduh" james kaget melihat darah di tangannya
 Sementara itu teman2nya yg tidak sengaja melempar, lari dan bersembunyi.
Berbekal pengetahuan yg diterima oleh james, dia langsung menuju ruang guru untuk menanyakan apakah ada obat luka, kapas dan  perban untuk segera mengobati lukanya. Namun, hari itu masih terlalu pagi sehingga belum ada guru yang masuk, james langsung menuju ke washtafle ruang guru untuk membersihkan lukanya.
Sembari james di washtafle tiba2 ada seseorang yg datang namanya Kak Any dia adalah mahasiswa yang magang di sekolah ini

"Ada apa dik? Kenapa kepalamu berdarah? Siapa namamu?"
"Ini bu, ada yang melempar batu ke arahku"
"Sini kakak obatin, ayo kakak antar ke ruang UKS"

Kak Any waktu itu memakai jilbab biru, wajahnya putih dan cantik
"Siapa namamu dik?"
"James bu, panggilannya Jim, kalo ibu?"
"Kalo tidak di kelas jangan panggil bu, panggil saja kak ya hehe panggil aja kak Any"
"Makasih ya kak udah membantuku"
"Iya, kamu merem dulu, kakak kasih obat dan perban"

Beberapa waktu kemudian James memejamkan kedua matanya di UKS yg sanggup menampung 10 orang ini dan dikelilingi tirai putih yg agak tembus pandang

[Dari kejadian tersebut aku teringat cerita Ayahku dulu yg sedang menceritakan kisah ustad Yusuf Mansur waktu kecil pernah dilempar batu oleh temannya dari lt.2, kemudian lapor kegurunya dan meminta menghukum temannya yg tidak diketahui tersebut. Yusuf Mansur kecil merupakan cucu dari pemilik sekolahan tsb. Dia menangis dan mengeluarkan kata2 yg mendoakan tmnnya yg melempar batu terkena hukuman yang sama yaitu terkena batu juga. Namun orangtuanya melarang untuk mencari pelaku pelempar batu dan langsung memberikan nasihat ke Yusuf Mansur kecil
"Nak, kamu punya dosa apa ke Allah kok bisa sampe berdarah begini" kata ortunya
"Gatau, pokoknya aku ingin dia yg melempar batu ke aku, dihukum klo nggk didoain biar celaka" kata Yusuf Mansur kecil
"Jangan nak, dia juga saudaramu, masa tega saudara sendiri melihat saudaranya celaka?! Dimaafin ya, dan didoain Semoga Allah Swt. Mengampuni dosa dia dan dosa adik, kok bisa kena cobaan ky gini" nasihat ortunya.
Pencarian pelaku pun tidak dilakukan padahal mudah sekali kalo seandainya mencarinya karena kelas di lt.2 hanya 3kelas, apalagi kejadiannya baru, sekali sidak harusnya langsung ketemu. Tidak dilakukan karena ortunya mengajari kesabaran dan memaafkan]
***
"Aduduh, sakit kak" kata James
"Sabar, sebentar kakak kasih antiseptik dan perban" kata Kak Any yang baik dan cantik
"Terimakasih ya kak, semoga yg melempar batu ke aku diampuni dosanya oleh Allah Swt. Aamiin" kata James
"Kamu di sini saja ya, tidak usah ikut upacara, nanti kakak yg mencarikan surat izinnya" kata kak Any
"Yes, tidak ikut panas-panas" kata Jim dalam batinnya karena dia pernah dapat cerita kalau upacara itu tidak enak dan panas walaupun maknanya tinggi yaitu mengingat jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi negara
Beberapa menit kemudian James merasa pusing dan tertidur, dalam mimpinya dia melihat makhluk bertubuh besar dan bertanya sesuatu
"Wahai anak muda, bukankah alangkah baiknya engkau melaporkan kejadian yg menimpa ragamu ini kepada sang mandat sekolah?"
"Siapa kamu?"
"Diriku tidaklah penting, yg jelas aku ada krn Tuhan menciptakan aku ada"
"Siapapun kamu, aku tidak akan mengikuti saranmu"
Kemudian James terbangun dan melihat tmn2nya sudah selesai upacara





***

Bab 2

^^Postulat merupakan cara dasar bagaimana berpikir dengan mengantisipasi bias atau kesalahpahaman dalam suatu hal yang kemudian mendekati kebenaran yg bersifat mutlak.^^

♧Ketika james berusia 40 tahun
[Halo warga Indonesia, Namaku James panggil saja Jim, aku sekarang berada di istanaku di kedalaman 200meter di bawah permukaan laut. Di tempat ini teman-teman akan melihat keindahan laut Indonesia, berbagai ikan dikembangbiakan secara modern melalui teknologi budidaya ikan laut tanpa merusak ekosistem laut. Berbagai wahana rekreasi juga banyak namun concern utama awal pembangunan istana ini adalah bercocok tanam yaitu bagaimana kami memenuhi kebutuhan pangan dan oksigen para masyarakat bawah laut.

Untuk selanjutnya, mari kita berkeliling agar lebih dekat dengan teknologi kami. Yang pertama (lokasi A1), kita berada di pabrik oksigen, di dalam pabrik oksigen ini sebelumnya kami telah mengembangkan hutan bawah laut dengan konsep green house dan tentunya kami memilih pohon dan tanaman penghasil oksigen terbaik. Kemudian yang sebelah sana (lokasi A3)yaitu tempat daur ulang tabung oksigen, untuk tabung sendiri tidak boleh diproduksi disini karena kami takut dapat mencemari lingkungan. Untuk yang dilokasi A3 juga terdapat penyuling air tawar yaitu mengubah air asin menjadi air tawar
Pembangunan pertama adalah distrik A ini, karena merupakan kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup. Sebenarnya ada tempat yg lebih pokok lagi dilokasi A0 yaitu pusat sumber daya, nah sumber daya kami menggunakan listrik tenaga gunung berapi bawah laut. Tentu lokasinya agak jauh dari ekoaquasistem ini.

Untuk lokasi B kami fokuskan untuk melayani masyarakat mulai dari persewaan tempat tinggal, rekreasi, tempat ngopi, tempat studi kenal alam lingkungan, serta museum sejarah.]

☆kembali ke 25 tahun yang lalu.
James Pulang dari sekolahnya, ibunya kaget karena kepala anaknya diperban
"Kenapa kamu nak?" Tanya ibu
"Biasa buk anak laki-laki"...

Bersambung...